Pelan pelan aku belajar tidak takut dengan masa depan Finansial

Pelan pelan aku belajar tidak takut dengan masa depan finansial

Ada satu ketakutan yang diam diam sering datang, terutama saat malam mulai sepi: takut soal masa depan finansial. Takut kalau suatu hari penghasilan tidak cukup. Takut kalau ada kejadian tak terduga. Takut kalau usaha hari ini ternyata belum cukup untuk besok.

Pelan pelan aku belajar tidak takut dengan masa depan Finansial
Emage by unspalsh

Dulu, ketakutan itu sering muncul tiba-tiba. Datang tanpa di undang, kemudian menetap cukup lama di dalam kepala. aku sadar ketakutan ini bukan cuma soal uang. Tapi soal rasa tidak aman.

Ketakutan yang tidak selalu punya bentuk jelas

Yang membuat takut soal uang itu adalah bentuknya sering tidak jelas. Bukan karena sedang kekurangan parah, bukan juga karena masalah besar saat ini. Tapi pikiran terus melompat ke kemungkinan terburuk.

Bagaimana kalau nanti begini?

Bagaimana kalau nanti begitu?

Pikiran seperti ini pelan pelan menguras energi. Bahkan di saat kondisi sebenarnya sedang baik baik saja. rasa cemas masi ada.

Dulu, aku ingin menghilangkan rasa takut itu

Aku pernah berpikir, satu-satunya cara menghilangkan ketakutan soal masa depan adalah dengan mempuinyai uang banyak. Semakin besar penghasilan, semakin aman hidup.

Tapi kenyataannya, ketakutan itu tidak serta merta menghilang. Ia hanya berganti bentuk. Standarnya naik, kekhawatirannya ikut naik. Di titik itu aku mulai sadar, rasa takut ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan angka.

Mulai menerima bahwa rasa takut itu manusiawi

Perubahan besar dimulai saat aku berhenti melawan rasa takut itu. Aku mulai menerima bahwa rasa takut soal masa depan adalah hal yang wajar. Apalagi setelah berkeluarga, ketika bukan hanya diriku sendiri yang kupikirkan.

Menerima bukan berarti menyerah. Menerima adalah mengakui bahwa perasaan itu ada, lalu belajar hidup berdampingan dengannya.

Fokus ke hal yang bisa dikendalikan

Pelan pelan, aku mulai mengubah caraku menghadapi ketakutan. Daripada terus memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Aku mulai fokus dengan hal yang bisa ku kendalikan hari ini.

Bukan dengan rencana besar yang rumit. tapi dengan kesadaran kecil: lebih hati-hati, lebih sadar, dan lebih jujur pada diri sendiri soal kemampuan dan batasan.

Hal sederhana seperti ini ternyata cukup membantu meredakan cemas.

Menyadari bahwa hidup tidak benar benar pasti

Satu hal penting yang benar - benar kupelajari adalah: tidak ada posisi yang benar-benar aman seratus persen. Bahkan orang dengan penghasilan besar pun masih bisa merasa khawatir.

Kesadaran ini justru menenangkan. Karena berarti rasa takut bukan tanda kegagalan, tapi bagian dari hidup

Aku mulai berdamai dengan ketidakpastian, alih alih melawan.

Mengganti rasa cemas dengan kesepian, meski kecil

Alih-alih terus cemas, aku mulai berfikir soal kesepian. Tidak harus besar, tidak harus sempurna. Yang penting ada niat untuk sempurna.

Kesiapan kecil terasa lebih nyata daripada kekhawatiran besar yang tidak jelas ujungnya. Dan dari situlah rasa takut mulai berkurang, sedikit demi sedikit.

Masa depan tidak harus di taklukkan hari ini

Dulu aku merasa harus menyiapkan masa depan sekarang juga. Harus siap semuanya. Harus aman sepenuhnya.

Sekarang aku belajar, masa depan tidak perlu di tahlukkan hari ini. Cukup dihadapi satu langkah kecil dalam satu waktu. Pelan, tapi sadar.

Cara ini membuat hidup terasa lebih ringan.

Penutup

Aku tidak akan bilang bahwa aku sudah sepenuhnya tidak takut dengan masa depan finansial. Rasa takut itu masi ada, sesekali datang. Tapi sekarang ia tidak lagi menguasai pikiranku seperti dulu.

Pelan pelan aku belajar bahwa ketenangan bukan datang dari kepastian mutlak, tapi dari sikap menerima dan kesiapan yang jujur. Dan mungkin, itulah yang paling bisa kita lakukan sebagai manusia biasa.

Hidup masi berjalan. masa depan masih terbuka. Dan aku memilih untuk menjalaninya tanpa terlalu banyak takut, meski belum sepenuhnya tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku bukan ahli keuangan, aku hanya sedang belajar bertahan

Kesalahan ngatur uang yang baru aku sadari setelah berkeluarga

Gaji di bawah UMR, Aku ngatur uang begini