Kesalahan ngatur uang yang baru aku sadari setelah berkeluarga

Kesalahan ngatur uang yang baru aku sadari setelah berkeluarga

Sebelum berkeluarga, aku merasa caraku mengatur uang sudah lumayan. Gaji datang, kebutuhan terpenuhi, tidak punya hutang, dan masih bisa menikmati hal kecil seperti jajan atau ngopi. Di pikiranku waktu itu, hidup sudah cukup tertata.

Kesalahan ngatur uang yang baru aku sadari setelah berkeluarga (photo by unsplash)

Ternyata, setelah berkeluarga, aku baru sadar... banyak yang selama ini luput dari perhatianku. Bukan karena aku menjadi boros, tapi karena cara melihat uang berubah total.

Merasa aman hanya karena tidak berutang

Dulu aku bangga karena tidak punya cicilan. Rasanya ringan, tidak ada beban. Tapi setelah berkeluarga, aku mulai faham bahwa tidak berutang bukan satu- satunya tanda keuangan aman.

Ada banyak hal yang bisa tiba-tiba datang : anak sakit, kebutuhan mendadak, atau biaya yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan. Saat itu aku sadar, aman itu bukan soal bebas utang, tapi soal kesiapan.

Menganggap pengeluaran kecil tidak bermasalah

Kesalahan lain yang baru terasa setelah berkeluarga adalah meremehkan pengeluaran kecil. Jajan sedikit, beli ini itu, atau sekedar ah-murah ini.

Kalau sendirian, mungkin tak terasa. Tapi kalau pengeluaran kecil itu hampir terjadi setiap hari, lama-lama jumlahnya besar juga. Dari sini aku belajar, yang bikin uang bocor sering kali bukan pengeluaran besar, tapi kebiasaan kecil yang di ulang-ulang.

Menabung kalau ada sisa

Dulu aku terbiasa menabung dari sisa uang. Kalau bulan ini ada lebih, ya ditabung. Kalau tidak, tidak masalah. 

Setelah berkeluarga, pola ini mulai terasa tidak nyaman. Menabung dari sisa berarti berharap ada kelebihan. Padahal hidup tak selalu memberi sisa. Aku mulai sadar, meski jumlahnya kecil, menabung dengan niat jauh menenangkan daripada menunggu sisa.

Terlalu fokus hari ini

Kesalahan berikutnya adalah terlalu fokus ke hari ini. Selama bulan ini aman, rasanya sudah cukup. Soal bulan depan, tahun depan, nanti saja difikirkan.

Setelah punya keluarga, cara berfikir seperti itu terasa kurang bijak. Bukan berarti harus langsung punya banyak uang. Tapi setidaknya punya kesadaran bahwa hidup tidak berhenti di hari ini saja.

Penutup

Aku menulis ini bukan sebagai orang yang sudah ahli mengatur uang. Justru sebaliknya, aku masih belajar dan masih sering salah. Tapi berkeluarga mengajarkanku satu hal penting : uang bukan cuma soal angka, tapi rasa aman.

Kesalahan-kesalahan ini baru kusadari setelah menjalaninya sendiri. Dan mungkin, banyak orang di luar sana merasakan hal yang sama, hanya saja belum sempat menuliskannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku bukan ahli keuangan, aku hanya sedang belajar bertahan

Gaji di bawah UMR, Aku ngatur uang begini